Kamis, 04 April 2013

Pengertian Psikoterapi

Psikoterapi merupakan proses interaksi formal antara dua pihak atau lebih, yaitu antara klien dengan psikoterapis yang bertujuan memperbaiki keadaan yang dikeluhkan klien. Seorang psikoterapis dengan pengetahuan dan ketrampilan psikologisnya akan membantu klien mengatasi keluhan secara profesional dan legal.

Psikoterapi adalah pengobatan dengan secara psikologis untuk masalah yang berkaitan dengan pikiran, perasaan dan perilaku. Psikoterapi (Psychotherapy) berasal dari dua kata, yaitu "Psyche" yang artinya jiwa, pikiran atau mental dan "Therapy" yang artinya penyembuhan, pengobatan atau perawatan. Oleh karena itu, psikoterapi disebut juga dengan istilah terapi kejiwaan, terapi mental, atau terapi pikiran.

          Psikoterapi adalah proses difokuskan untuk membantu Anda menyembuhkan dan konstruktif belajar lebih banyak bagaimana cara untuk menangani masalah atau isu-isu dalam kehidupan Anda. Hal ini juga dapat menjadi proses yang mendukung ketika akan melalui periode yang sulit atau stres meningkat, seperti memulai karier baru atau akan mengalami perceraian.

Umumnya psikoterapi dianjurkan bila seseorang bergulat dengan kehidupan, masalah hubungan atau kerja atau masalah kesehatan mental tertentu, dan isu-isu atau masalah yang menyebabkan banyak individu yang besar rasa sakit atau marah selama lebih dari beberapa hari. Ada pengecualian untuk aturan umum, tetapi sebagian besar, tidak ada salahnya untuk pergi ke terapi bahkan jika Anda tidak sepenuhnya yakin Anda akan mendapat manfaat dari itu. Jutaan orang mengunjungi psikoterapis setiap tahun, dan sebagian besar penelitian menunjukkan bahwa orang yang melakukannya manfaat dari interaksi. Kebanyakan terapis juga akan jujur dengan Anda jika mereka yakin Anda tidak akan mendapatkan keuntungan atau pendapat mereka, tidak perlu psikoterapi.

Psikoterapi didasarkan pada fakta bahwa aspek-aspek mental manusia seperti cara berpikir, proses emosi, persepsi, believe system, kebiasaan dan pola perilaku bisa diubah dengan pendekatan psikologis. Tujuan psikoterapi antara lain:
- Menghapus, mengubah atau mengurangi gejala gangguan psikologis.
- Mengatasi pola perilaku yang terganggu.
- Meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan kepribadian yang positif.
- Memperkuat motivasi klien untuk melakukan hal yang benar.
- Menghilangkan atau mengurangi tekanan emosional.
- Mengembangkan potensi klien.
- Mengubah kebiasaan menjadi lebih baik.
Memodifikasi struktur kognisi (pola pikiran).
- Memperoleh pengetahuan tentang diri / pemahaman diri.
Orang yang melakukan psikoterapi disebut Psikoterapis (Psychotherapist). Seorang psikoterapis bisa dari kalangan dokter, psikolog atau orang dari latar belakang apa saja yang mendalami ilmu psikologi dan mampu melakukan psikoterapi.

Sumber :
    Mappiare, Andi. 1992. Pengantar Konseling dan Psikoterapi. Jakarta: PT Raja Grafindo
Semiun. Yustinus. 2006. Kesehatan Mental. Yogyakarta. Kanisius
http://belajarpsikologi.com/sebuah-pengantar-psikoterapi/
http://www.psychologymania.com/2011/10/pengertian-psikoterapi.html

Rabu, 02 Januari 2013

Akulturasi Psikologi



Akulturasi adalah suatu proses sosial yang timbul manakala suatu kelompok manusia dengan kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur dari suatu kebudayaan asing. Kebudayaan asing itu lambat laun diterima dan diolah ke dalam kebudayaannya sendiri tanpa menyebabkan hilangnya unsur kebudayaan kelompok itu sendiri.
Contoh akulturasi: Saat budaya rap dari negara asing digabungkan dengan bahasa Jawa, sehingga menge-rap dengan menggunakan bahasa Jawa. Ini terjadi di acara Simfoni Semesta Raya.
Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari perilaku manusia dalam hubungan dengan lingkungannya.

Menurut asalnya katanya, psikologi berasal dari bahasa Yunani Kuno: “ψυχή” (Psychē yang berarti jiwa) dan “-λογία” (-logia yang artinya ilmu) sehingga secara etimologis, psikologi dapat diartikan dengan ilmu yang mempelajari tentang

Akulturasi psikologis adalah akulturasi yang terjadi pada psikologis seseorang atau suatu masyarakat, misalnya seseorang yang merantau akan terpengaruh dengan budaya yang ada ditempatnya merantau secara psikologis, seperti pola berpikir atau sifatnya, tetapi tidak membuat ia berubah seutuhnya menjadi seperti orang-orang asli ditempat tersebut.

Faktor-faktor yang mempengaruhi akulturasi
Terjadinya akulturasi adalah perubahan sosial budaya dan struktur sosial serta pola budaya dalam suatu masyarakat. Perubahan sosial budaya merupakan gejala umum yang terjadi sepanjang masa dalam setiap masyarakat. Perubahan itu terjadi sesuai dengan hakikat dan sifat dasar manusia yang selalu ingin mengadakan perubahan.
ada dua faktor yang menyebabkan akulturasi dapat terjadi, yaitu:

-         Faktor Intern 
Bertambah dan berkurangnya penduduk (kelahiran, kematian, migrasi)
Adanya penemuan baru. (Discovery) Penemuan ide atau alat baru yang sebelumnya belum pernah ada. (Invention). Penyempurnaan penemuan baru. (Innovation)  pembaruan atau penemuan baru yang diterapkan dalam kehidupan masyarakat sehingga menambah, melengkapi atau mengganti yang telah ada. Penemuan baru didorong oleh kesadaran masyarakat akan kekurangan unsur dalam kehidupannya, kualitas ahli atau anggota masyarakat.
Konflik yang terjadi dalam masyarakat.
Pemberontakan atau revolusi

-         Faktor Ekstern 
1.     Perubahan alam
2.     Peperangan
Pengaruh kebudayaan lain melalui difusi (penyebaran kebudayaan), akulturasi (pembauran antar budaya yang masih terlihat masing-masing sifat khasnya), asimilasi (pembauran antar budaya yang menghasilkan budaya yang sama sekali baru batas budaya lama tidak tampak lagi).

Faktor-faktor yang memperkuat potensi akulturasi dalam taraf individu adalah faktor-faktor kepribadian seperti toleransi, kesamaan nilai, mau mengambil resiko, keluesan kognitif, keterbukaan dan sebagainya. Dua budaya yang mempunyai nilai-nilai yang sama akan lebih mudah mengalami akulturasi dibandingkan dengan budaya yang berbeda nilai. 

Sumber :




Multikulturalisme

Pengertian dari Multikulturalisme adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan pandangan seseorang tentang ragam kehidupan di dunia, ataupun kebijakan kebudayaan yang menekankan tentang penerimaan terhadap adanya keragaman, dan berbagai macam budaya (multikultural) yang ada dalam kehidupan masyarakat menyangkut nilai-nilai, sistem, budaya, kebiasaan, dan politik yang mereka anut.

Pengertian multikulturalisme menurut beberapa ahli
“Multikulturalisme” pada dasarnya adalah pandangan dunia yang kemudian dapat diterjemahkan dalam berbagai kebijakan kebudayaan yang menekankan penerimaan terhadap realitas keagamaan, pluralitas, dan multikultural yang terdapat dalam kehidupan masyarakat. Multikulturalisme dapat juga dipahami sebagai pandangan dunia yang kemudian diwujudkan dalam kesadaran politik (Azyumardi Azra, 2007).

Multikulturalisme mencakup gagasan, cara pandang, kebijakan, penyikapan dan tindakan, oleh masyarakat suatu negara, yang majemuk dari segi etnis, budaya, agama dan sebagainya, namun mempunyai cita-cita untuk mengembangkan semangat kebangsaan yang sama dan mempunyai kebanggan untuk mempertahankan kemajemukan tersebut (A. Rifai Harahap, 2007, mengutip M. Atho’ Muzhar).

Multikultural dapat diartikan sebagai keragaman atau perbedaan terhadap suatu kebudayaan dengan kebudayaan yang lain. Sehingga masyarakat multikultural dapat diartikan sebagai sekelompok manusia yang tinggal dan hidup menetap di suatu tempat yang memiliki kebudayaan dan ciri khas tersendiri yang mampu membedakan antara satu masyarakat dengan masyarakat yang lain. Setiap masyarakat akan menghasilkan kebudayaannya masing-masing yang akan menjadi ciri khas bagi masyarakat tersebut.
Dari sinilah muncul istilah multikulturalisme. Banyak definisi mengenai multikulturalisme, diantaranya multikulturalisme pada dasarnya adalah pandangan dunia -yang kemudian dapat diterjemahkan dalam berbagai kebijakan kebudayaan- yang menekankan tentang penerimaan terhadap realitas keragaman, pluralitas, dan multikultural yang terdapat dalam kehidupan masyarakat. Multikulturalisme dapat juga dipahamni sebagai pandangan dunia yang kemudian diwujudkan dalam “politics of recognition” (Azyumardi Azra, 2007).
Lawrence Blum mengungkapkan bahwa multikulturalisme mencakup suatu pemahaman, penghargaan dan penilaian atas budaya seseorang, serta penghormatan dan keingintahuan tentang budaya etnis orang lain. Berbagai pengertian mengenai multikulturalisme tersebut dapat ddisimpulkan bahwa inti dari multikulturalisme adalah mengenai penerimaan dan penghargaan terhadap suatu kebudayaan, baik kebudayaan sendiri maupun kebudayaan orang lain. Setiap orang ditekankan untuk saling menghargai dan menghormati setiap kebudayaan yang ada di masyarakat. Apapun bentuk suatu kebudayaan harus dapat diterima oleh setiap orang tanpa membeda-bedakan antara satu kebudayaan dengan kebudayaan yang lain.
Pada dasarnya, multikulturalisme yang terbentuk di Indonesia merupakan akibat dari kondisi sosio-kultural maupun geografis yang begitu beragam dan luas. Menurut kondisi geografis, Indonesia memiliki banyak pulau dimana stiap pulau tersebut dihuni oleh sekelompok manusia yang membentuk suatu masyarakat. Dari masyarakat tersebut terbentuklah sebuah kebudayaan mengenai masyarakat itu sendiri. Tentu saja hal ini berimbas pada keberadaan kebudayaan yang sangat banyak dan beraneka ragam.
Dalam konsep multikulturalisme, terdapat kaitan yang erat bagi pembentukan masyarakat yang berlandaskan bhineka tunggal ika serta mewujudkan suatu kebudayaan nasional yang menjadi pemersatu bagi bangsa Indonesia. Namun, dalam pelaksanaannya masih terdapat berbagai hambatan yang menghalangi terbentuknya multikulturalisme di masyarakat.

Jenis Multikulturalisme. Berbagai macam pengertian dan kecenderungan perkembangan konsep serta praktik multikulturalisme yang diungkapkan oleh para ahli, membuat seorang tokoh bernama Parekh (1997:183-185) membedakan lima macam multikulturalisme (Azra, 2007, meringkas uraian Parekh):
-         Multikulturalisme isolasionis, mengacu pada masyarakat dimana berbagai kelompok kultural menjalankan hidup secara otonom dan terlibat dalam interaksi yang hanya minimal satu sama lain.
-         Multikulturalisme akomodatif, yaitu masyarakat yang memiliki kultur dominan yang membuat penyesuaian dan akomodasi-akomodasi tertentu bagi kebutuhan kultur kaum minoritas. Masyarakat ini merumuskan dan menerapkan undang-undang, hukum, dan ketentuan-ketentuan yang sensitif secara kultural, dan memberikan kebebasan kepada kaum minoritas untuk mempertahankan dan mengembangkan kebudayaan meraka. Begitupun sebaliknya, kaum minoritas tidak menantang kultur dominan. Multikulturalisme ini diterapkan di beberapa negara Eropa.
-         Multikulturalisme otonomis, masyarakat plural dimana kelompok-kelompok kutural utama berusaha mewujudkan kesetaraan (equality) dengan budaya dominan dan menginginkan kehidupan otonom dalam kerangka politik yang secara kolektif bisa diterima. Perhatian pokok-pokok kultural ini adalah untuk mempertahankan cara hidup mereka, yang memiliki hak yang sama dengan kelompok dominan; mereka menantang kelompok dominan dan berusaha menciptakan suatu masyarakat dimana semua kelompok bisa eksis sebagai mitra sejajar.
-         Multikulturalisme kritikal atau interaktif, yakni masyarakat plural dimana kelompok-kelompok kultural tidak terlalu terfokus (concern) dengan kehidupan kultural otonom; tetapi lebih membentuk penciptaan kolektif yang mencerminkan dan menegaskan perspektif-perspektif distingtif mereka.
-         Multikulturalisme kosmopolitan, berusaha menghapus batas-batas kultural sama sekali untuk menciptakan sebuah masyarakat di mana setiap individu tidak lagi terikat kepada budaya tertentu dan, sebaliknya, secara bebas terlibat dalam percobaan-percobaan interkultural dan sekaligus mengembangkan kehidupan kultural masing-masing. 

 Masyarakat Indonesia merupakan masyarakat dengan tingkat keanekaragaman yang sangat kompleks. Masyarakat dengan berbagai keanekaragaman tersebut dikenal dengan istilah mayarakat multikultural. Bila kita mengenal masyarakat sebagai sekelompok manusia yang telah cukup lama hidup dan bekerja sama sehingga mereka mampu mengorganisasikan dirinya dan berfikir tentang dirinya sebagai satu kesatuan sosial dengan batas-batas tertentu (Linton), maka konsep masyarakat tersebut jika digabungkan dengan multikurtural memiliki makna yang sangat luas dan diperlukan pemahaman yang mendalam untuk dapat mengerti apa sebenarnya masyarakat multikultural itu.
Multikultural dapat terjadi di Indonesia karena: 1. Letak geografis indonesia 2. perkawinan campur 3. iklim

Multikulturalisme bertentangan dengan monokulturalisme dan asimilasi yang telah menjadi norma dalam paradigma negara-bangsa (nation-state) sejak awal abad ke-19. Monokulturalisme menghendaki adanya kesatuan budaya secara normatif (istilah 'monokultural' juga dapat digunakan untuk menggambarkan homogenitas yang belum terwujud (pre-existing homogeneity). Sementara itu, asimilasi adalah timbulnya keinginan untuk bersatu antara dua atau lebih kebudayaan yang berbeda dengan cara mengurangi perbedaan-perbedaan sehingga tercipta sebuah kebudayaan baru.
Multikulturalisme mulai dijadikan kebijakan resmi di negara berbahasa-Inggris (English-speaking countries), yang dimulai di Afrika pada tahun 1999. Kebijakan ini kemudian diadopsi oleh sebagian besar anggota Uni Eropa, sebagai kebijakan resmi, dan sebagai konsensus sosial di antara elit.

Sumber   :

Minggu, 09 Desember 2012

jahat?

setiap orang pasti punya sisi jahat ataupun baik, dan itupun enggak bisa sama rata adanya. ya termasuk lo mbak yang super duper jahat sedikit demi sedikit nyoba ngehancurin hubungan yang udah gue jaga selama satu setengah tahun ini, bahkan gue ngerasa ga ada sisi baik sedikitpun dari lo, lo pernah gak sih berfikir kalo setiap manusia punya batas sabar yakaya gue sekarang ini. mungkin untuk kemarin dan sekarang gue masih bisa nahan amarah gue, nahan emosi gue, tapi untuk kedepannya kejahatan lo bakal bener bener akan gue bahas. gue gak peduli siapa lo dan apa hubungan lo di hidup gue tapi yang pasti racun kaya lo itu harus secepatnya dibuang dari hidup gue, gak ada manfaat dan guna nya lo ada di hidup gue kan?
yang sekarang mau gue tanya adalah, lo itu manusia atau???

Jumat, 02 November 2012

Akulturasi dan Relasi Internakultural

Arti dari Akulturasi itu sendiri adalah merupakan proses sosial yang bergulir dan yang timbul bila suatu kelompok manusia dengan suatu kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur-unsur dari suatu kebudayaan asing sedemikian rupa dan seiring berjalan nya waktu budaya asing tersebut tak terasa mulai melebur dengan kebudayaan asli (yang sudah ada sebelumnya) sehingga unsur-unsur kebudayan asing itu lambat laun dapat diterima dan diolah ke dalam kebudayaan sendiri tanpa menyebabkan hilangnnya kebudayaan itu sendiri.
Menariknya dalam melihat dan mengamati proses akulturasi dikarenakan adanya Deviasi Sosiopatik seperti mental disorder yang menyertainya. Hal tersebut dirasa sangat didukung faktor kebutuhan, motivasi dan lingkungan yang menyebabkan seseorang bertingkah laku dalam keseharian nya.
Sebagai contoh dari akulturasi di Indonesia sendiri ada beberapa macam:
  • Seni Bangunan : Candi yang ada di Indonesia, berawal dari adanya penyebaran agama yang dilakukan oleh Saudagar dari India atau para pekerja
  • Seni Rupa : Bentuk Guci ataupun Ornamen yang berasal dari China, yang mulai masuk saat pedagang China datang ke Indonesia 
  • Bahasa : Penggunaan bahasa Sansekerta pada awalnya banyak ditemukan pada prasasti (batu bertulis) peninggalan kerajaan Hindu – Budha pada abad 5 –7M 
Relasi Interkultural atau Hubungan Antar Budaya adalah komunikasi budaya yang terjadi di antara orang-orang yang memiliki kebudayaan yang berbeda (bisa beda ras, etnik, atau sosio ekonomi, atau gabungan dari semua perbedaan, Peristiwa yang saling berhubungan dan saling mempengaruhi antar budaya lokal maupun budaya asing contohnya : antar Budaya Jawa-sunda, Sunda Minang, Jawa- Minang, Betawi – Jawa dan lain sebagainnya
Menurut Stewart L. Tubbs, mengatakan bahwa interkultural adalah komunikasi  antara orang-orang yang berbeda budaya  (baik dalam arti ras , etnik , atau perbedaan-perbedaan sosio ekonomi).
Hamid Mowlana juga menyebutkan bahwa interkultural sebagai Human flow across national boundaries. Misalnya; dalam keterlibatan suatu konfrensi internasional dimana bangsa-bangsa dari berbagai negara berkumpul dan berkomunikasi satu sama lain
Sedangkan menurut Fred E. Jandt mengartikan interkultural sebagai interaksi tatap muka di antara orang-orang yang berbeda budayanya.

Teori yang berhubungan dengan Akulturasi dan Relasi Internakultural
Griffin (2003) menyadur teori AnXiety/Uncertainty Management; Face-Negotiation; dan Speech Codes.
  • Anxiety/Uncertainty Management Theory (Teori Pengelolaan Kecemasan/Ketidakpastian).
Teori dari William Gudykunst ini memfokuskan pada perbedaan budaya pada kelompok dan orang asing. Ia berniat bahwa teorinya dapat digunakan pada segala situasi dimana terdapat perbedaan diantara keraguan dan ketakutan. Ia menggunakan istilah komunikasi efektif kepada proses-proses meminimalisir ketidakmengertian. Penulis lain menggunakan istilah accuracy, fidelity, understanding untuk hal yang sama.

Hubungan Antara Akulturasi dan Relasi Internakultural 
Saling berkaitannya antara Akulturasi dan Relasi Internakultural sangat dekat karena saling mempengaruhi satu sama lain, Akulturasi itu sendiri adalah percampuran budaya namun tidak menghilangkan budaya aslinya yang telah ada sebelum budaya luar masuk dan tentu saja dalam proses akulturasi dipengaruhi oleh relasi internakultural untuk berkomunikasi, dan proses kehidupan sehari-hari agar dalam proses tersebut dapat beradaptasi dan dapat menerima kebudayaanlain yang masuk/ luar

Referensi:
http://id.wikipedia.org/wiki/Komunikasi_antarbudaya
http://id.wikipedia.org/wiki/Akulturasi
http://www.scribd.com/doc/59192728/TEORI-KOMUNIKASI-ANTARBUDAYA

Minggu, 07 Oktober 2012

Transmisi Budaya Dan Biologis


Transmisi budaya adalah kegiatan atau proses transfer/pengiriman atau penyebaran pesan dari generasi terdahulu ke generasi dibawahnya/generasi baru tentang sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan nenek moyang atau generasi atasnya dan biasanya tidak bisa diubah atau pun memerlukan kebiasaan baru dalam jangka panjang untuk bisa mengubah nya.

Budaya merupakan suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang di suatu daerah/ tempat saat kebudayaan  itu dimulai, terjadi dan terbentuk dan diwariskan dari generasi ke generasi penerusnya. Beberapa contohnya adalah Bahasa, tata cara pernikahan, tata krama pada keluarga dan sebagainya. Maka dari itu Budaya merupakan bagian yang sulit dipisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis karena hamper semuanya orang di Dunia pasti akan mewariskan kebudayaan yang di dapet dari Orang tua nya ataupun generasi sebelumnya.

Pada saat berkomunikasi dengan orang-orang yang berbeda budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dapet dipelajari dan di mengerti melalui penjelasan Dan kaitan tertentu. mewariskan budaya dari generasi yang satu ke generasi yang lain terbilang wajib/sudah pasti dengan melalui sebuah kegiatan pengiriman atau penyebaran sebuah kebiasaan/adat istiadat yang sulit untuk diubah yang disebut dengan transmisi budaya.

Bentuk dari Transmisi Budaya
Sosialisasi
Sosisalisasi adalah proses pemahaman yang masuk ke masyarakat atau orang sekitar, yaitu seluruh proses apabila seorang individu dari masa kanak-kanak sampai dewasa, berkembang, berhubungan, mengenal, belajar dan menyesuaikan diri dengan individu-individu lain dalam masyarakat. Menurut Soerjono Soekanto, sosialisasi adalah suatu proses di mana anggota masyarakat baru mempelajari norma-norma dan nilai-nilai masyarakat di mana ia menjadi anggota


Enkulturasi
Enkulturasi adalah Proses penerusan kebudayaan dari generasi atas/ sebelumnya kepada generasi berikutnya selama hidup seseorang individu dimulai dari institusi keluarga dan dimulai dengan orang yang biasanya paling dekat dengan anak adalah Ibu.
Enkulturasi mengacu pada proses dengan nama kultur (budaya) ditransmisikan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Kita mempelajari kultur, mengerti kultur tersebut, Dan melaksanakan kultur tersebut Selma kita bertumbuh kembang di suatu lingkup keluarga atau kelompok masyarakat. Kultur ditransmisikan melalui proses belajar, bukan melalui gen Orang tua tetapi melalui pemahaman yang berkembang bisa melalui keluarga, kelompok, teman, sekolah, lembaga keagamaan, dan lembaga pemerintahan merupakan sumber pembelajaran tentang kultur di sekitar kita.

Akulturasi
Akulturasi adalah suatu efek sosial yang dapat terjadi pada satu  kelompok manusia dengan kebudayaan tertentu saat kebudayaan nya mulai dimasuki kebudayaan lain/berbeda dari suatu kebudayaan asing. 
Kebudayaan asing yang awalnya dipertanyakan akhirnya mulai dicoba untuk dikenal dan akhirnya menarik untuk diperhatikan dan dipelajari, dan pada akhirnya akan mulai masuk ke kebudayaan yang sudah ada tanpa  menyebabkan hilangnya unsur kebudayaan kelompok itu sendiri.
Akulturasi mengacu pada proses dimana kultur seseorang dimodifikasi melalui kontak atau pemaparan langsung dengan kultur lain. Misalnya, yang sekarang ini sedang booming adalah mode Korea yang berasal dari Korea Selatan, awalnya kebudayaan itu mulai masuk sebagai hal atau warna baru dalam dunia mode dan karena semakin banyak artis atau public figure yang mengenakan maka mode tersebut seakan menjadi trend yang tidak  terlewatkan Dan akhir-akhir ini sering dipadukan dengan batik (budaya asli Indonesia)

Biologis
Biologis dalam hal ini dimengerti sebagai suatu percampuran darah keturunan yang terjadi karena pernikahan antara budaya yang berbeda, misalnya seseorang penduduk asli Indonesia menikah dengan seorang warna negara asing,  maka dari mulai fisik sampai kebudayaan akan mempunyai percampuran yang akan terus turun ke generasi penerusnya.


Pengaruh Terhadap Perkembangan Psikologi Individu

Pengaruh Sosialisasi terhadap perkembangan psikologi individu
Pada saat anak-anak memasuki usia bermain maka mulai dari itupun sudah mempelajari hal yang ada di sekitar, mengambil pengetahuan baru dari Orang tua, Keluarga dan teman sebaya sebagai kemampuan berinteraksi dengan lingkungan guna mendapatkan informasi yang sedang berkembang biasa nya sang anak akan banyak bertanya. Pada proses integrasi dan interaksi ini faktor intelektual dan emosional mengambil peranan penting. Proses tersebut merupakan proses sosialisasi yang mendudukkan anak-anak sebagai insan yang yang secara aktif melakukan proses sosialisasi.

Pengaruh Enkulturasi terhadap perkembangan psikologi individu
Enkulturasi mempengaruhi perkembangan psikologi individu dimulai dari Keluarga melalui proses belajar dan penyesuaian alam pikiran dan sikap individu dengan sistem norma, adat, dan peraturan-peraturan yang telah ada dan berlangsung dalam kebudayaannya.

Pengaruh Akulturasi terhadap perkembangan psikologi individu
Akulturasi mempengaruhi perkembangan psikologi individu dalam menghadapi suatu proses sosial yang timbul pada suatu kelompok manusia dengan kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur dari suatu kebudayaan asing. Akulturasi terjadi karena sekelompok orang asing yang belajar dan mengikuti cara atau peraturan di dalam lingkup orang Indonesia.


Awal Perkembangan dan Pengasuhan
Seperti pendapat Arnold Gese, sejak usia satu tahun, anak memiliki pengenalan akan identitas dirinya yang mendalam juga akan menjadi benih pertumbuhan kepribadiannya di masa dewasa. Salah satu unsur pola relasi yang penting antara orang tua-anak pada masa bayi dan kanak-kanak disebut pola pertautan (attachment)
Transmisi budaya dapat terjadi sesuai dengan awal pengembangan dan pengasuhan yang terjadi pada masing-masing individu biasanya di dalam keluarga, Dimana proses seperti Enkulturasi ataupun Akulturasi yang mempengaruhi perkembangan psikologis individu tergantung bagaimana individu mendapat pengasuhan dan bagaimana lingkungan yang diterimanya. Individu tidak mampu berdiri sendiri, melainkan hidup dalam hubungan antar sesama individu atau bisa juga disebut mahluk sosial, dan akan memerlukan orang lain sebagai sumber informasi.

Referensi :
http://id.wikipedia.org/wiki/Budaya

Pengertian Dan Tujuan dari Psikologi Lintas Budaya

Pengertian Psikologi Lintas Budaya
Bila diperhatikan dari kata psikologi Lintas Budaya pasti kurang lebih yang terlintas dipikiran kita masing-masing adalah mengenai kebudayaan, seperti yang kita ketahui bahwa di belahan dunia manapun memiliki kebudayaan sesuai dengan peninggalan nenek moyang. Dan tidak semuanya mempunyai perkembangan, persamaan dan perbedaan yang sama. Dan dalam bidang Psikologi pun terus dikaji oleh para ahli. 
Maka secara garis besar Psikologi  lintas budaya adalah kajian mengenai persamaan dan perbedaan dalam fungsi individu secara psikologis dari berbagai Etnik Dan Budaya serta kegiatan turun temurun yang berkembang, serta penjelasan mengenai hubungan-hubungan antara perubahan psikologis, sosio-budaya, ekologis dan biologis masyarakat nya.

Tujuan psikologi Lintas budaya
Psikologi Lintas Budaya (PLB) merupakan salah satu cabang (sub disiplin) dari ilmu Psikologi yang mengalami  perkembangan yang cukup pesat. Sebelumnya,  dapat dilihat kecenderungan masyarakat di Eropa yang menaruh perhatian pada nilai-nilai luhur kemanusiaan. Kebebasan (freedom), kesetaraan (equality) mengemuka di masa perahlian menuju pembaharuan (renaissance) terhadap sektor-sektor kehidupan. Keragaman (diversity) yang tampak dalam kehidupan masyarakat sehari-hari menjadi bagian yang tak terpisahkan. Maka Psikologi membawa setiap terapan nya ke setiap belahan dunia Dan mencoba mencari persamaan dan perbedaan perkembangan budaya di setiap daerah, Dan bagaimana perubahan psikis masyarakat nya menanggapi perubahan budaya tersebut, karena menurut Berry Dan Dassen 1974- mengatakan Tujuan psikologi yaitu membawa dan menguji. Dan para psikolog berusaha membawa hipotesis mereka dan menguji ke berbagai kelompok masyarakat/budaya agar menemukan jawaban yang bervariasi/ berbeda.
 
Perbedaan dan Hubungan antara Psikologi Lintas Budaya dengan Ilmu lain.
Dengan Antropologi- Antropologi adalah salah satu cabang Ilmu sosial yang mempelajari tentang etnis, ras, kebudayaan tertentu.
sedangkan Psikologi Lintas Budaya mempelajari persamaan dan perbedaan dalam fungsi individu secara Psikologis dari berbagai Etnik Dan Budaya serta kegiatan turun temurun yang berkembang, serta penjelasan mengenai hubungan-hubungan antara perubahan psikologis, sosio-budaya, ekologis dan biologis masyarakat nya. Maka, hubungan diantara keduanya adalah dalam mencari perbedaan perkembangan di setiap etnis atau ras terrtentu kita harus mempelajari mengenai kebudayaan yang berkembang baru bisa mengaplikasi-kan hipotesis yang ada Dan mendapatkan bentuk perbedaan psikis setiap kelompok masyarakat dalam menghadapi perkembangan budaya nya.

Dengan Psikologi Indigenous- Psikologis Indigenous merupakan suatu terobosan baru dalam bentuk mengembangkan pendalaman mengenai kebudayaan, Psikologi Indigenous  merupakan suatu untuk memahami manusia berdasarkan montes kultural/budaya. Perbedaannya adalah psikologi lintas budaya lebih memahami tentang karakteristik dan perubahan perilaku masyarakat dalam menghadapi perkembangan kebudayaan namun psikologi indigenous lebih mendalami mengenai masalah yang di timbulkan oleh individu dari etnik tertentu (perbedaan kebudayaan) 

Dengan Psikologi Budaya- Psikologi budaya adalah interdisiplin ilmu tentang manusia yang bertujuan untuk mengembangkan beberapa disiplin, khususnya antropologi (satu kesatuan dengan linguistik) yang bermanfaat untuk menganalisa lingkungan sosio-kultural (makna dan sumber-sumber “forms of life”) dalam semua intensitas dan kekhususan mereka dan psikologi yang bermanfaat untuk analisis tentang perseorangan dalam intensitas dan sejarah nya. Maka hubungan nya adalah tidak berbeda jauh dengan Antropologi, sama-sama berkaitan satu sama lain Psikologi Lintas Budaya tentang perbedaan perkembangan prilaku yang terbentuk, sedang kan Psikologi budaya untuk mengembangkan hasil yang ada agar lebih terperinci

Hubungan dengan beberapa Ilmu lain.
Dengan ilmu Sosial- kaitan nya adalah Psikologi Lintas Budaya memperlajari perbedaan perkembangan prilaku masyarakat yang terbentuk Dan bisa menjadi acuan perbedaan bentuk kehidupan sosial, intinya apabila kebudayaan berbeda maka bentuk kehidupan sosial suatu kelompok masyarakat juga berbeda.

Refrensi: